| Terjemahan Baru |
Bahasa Indonesia Sehari Hari |
English [Amplified] |
| (sambungan dari) 10:1 - 22:16 = Kumpulan amsal-amsal Salomo |
| (1) Lebih baik sekerat roti yang kering disertai dengan ketenteraman, dari pada makanan daging serumah disertai dengan perbantahan. | (1) Lebih baik sesuap nasi disertai ketentraman, daripada makanan lezat berlimpah-limpah disertai pertengkaran. | (1) BETTER IS a dry morsel with quietness than a house full of feasting [on offered sacrifices] with strife. |
| (2) Budak yang berakal budi akan berkuasa atas anak yang membuat malu, dan akan mendapat bagian warisan bersama-sama dengan saudara-saudara anak itu. | (2) Hamba yang cerdas akan berkuasa atas anak yang membuat malu; dan akan menerima warisan bersama saudara-saudara anak itu. | (2) A wise servant shall have rule over a son who causes shame, and shall share in the inheritance among the brothers. |
| (3) Kui adalah untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, tetapi Tuhanlah yang menguji hati. | (3) Emas dan perak diuji di perapian, tetapi hati orang diuji oleh TUHAN. | (3) The refining pot is for silver and the furnace for gold, but the Lord tries the hearts. |
| (4) Orang yang berbuat jahat memperhatikan bibir jahat, seorang pendusta memberi telinga kepada lidah yang mencelakakan. | (4) Orang jahat menuruti saran-saran yang jahat, pendusta suka mendengarkan kata-kata fitnahan. | (4) An evildoer gives heed to wicked lips; and a liar listens to a mischievous tongue. |
| (5) Siapa mengolok-olok orang miskin menghina Penciptanya; siapa gembira karena suatu kecelakaan tidak akan luput dari hukuman. | (5) Siapa mengejek orang miskin papa, menghina Allah penciptanya. Siapa gembira atas kemalangan orang, pasti mendapat hukuman. | (5) Whoever mocks the poor reproaches his Maker, and he who is glad at calamity shall not be held innocent or go unpunished. |
| (6) Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka. | (6) Kebanggaan orang yang sudah tua adalah anak cucunya; kebanggaan anak-anak adalah orang tuanya. | (6) Children's children are the crown of old men, and the glory of children is their fathers. |
| (7) Orang bebal tidak layak mengucapkan kata-kata yang bagus, apalagi orang mulia mengucapkan kata-kata dusta. | (7) Orang terhormat tidak patut mengucapkan kata-kata dusta; orang bodoh tidak pantas mengucapkan kata-kata berharga. | (7) Fine or arrogant speech does not befit [an empty-headed] fool--much less do lying lips befit a prince. |
| (8) Hadiah suapan adalah seperti mestika di mata yang memberinya, ke mana juga ia memalingkan muka, ia beruntung. | (8) Ada yang menyangka uang sogok dapat membuat keajaiban; dengan uang sogok segalanya dapat terlaksana. | (8) A bribe is like a bright, precious stone that dazzles the eyes and affects the mind of him who gives it; [as if by magic] he prospers, whichever way he turns. |
| (9) Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangki perkara, menceraikan sahabat yang karib. | (9) Kalau ingin disukai orang, maafkanlah kesalahan yang mereka lakukan. Membangkit-bangkit kesalahan hanya memutuskan persahabatan. | (9) He who covers and forgives an offense seeks love, but he who repeats or harps on a matter separates even close friends. |
| (10) Suatu hardikan lebih masuk pada orang berpengertian dari pada seratus pukulan pada orang bebal. | (10) Satu teguran lebih berarti bagi orang berbudi daripada seratus cambukan pada orang yang bodoh. | (10) A reproof enters deeper into a man of understanding than a hundred lashes into a [self-confident] fool. |
| (11) Orang durhaka hanya mencari kejahatan, tetapi terhadap dia akan disuruh utusan yang kejam. | (11) Orang jahat selalu menimbulkan keonaran, tapi maut datang kepadanya sebagai utusan yang kejam. | (11) An evil man seeks only rebellion; therefore a stern and pitiless messenger shall be sent against him. |
| (12) Lebih baik berjumpa dengan beruang betina yang kehilangan anak, dari pada dengan orang bebal dengan kebodohannya. | (12) Lebih baik berjumpa dengan induk beruang yang kehilangan anaknya, daripada dengan orang bodoh yang sibuk dengan kebodohannya. | (12) Let [the brute ferocity of] a bear robbed of her whelps meet a man rather than a [self-confident] fool in his folly [when he is in a rage]. |
| (13) Siapa membalas kebaikan dengan kejahatan, kejahatan tidak akan menghindar dari rumahnya. | (13) Siapa membalas kebaikan dengan kejahatan, kejahatan pun tak akan dapat dikeluarkan dari rumahnya. | (13) Whoever rewards evil for good, evil shall not depart from his house. |
| (14) Memulai pertengkaran adalah seperti membuka jalan air; jadi undurlah sebelum perbantahan mulai. | (14) Memulai pertengkaran adalah seperti membuka jalan air; karena itu undurlah sebelum pertengkaran mulai. | (14) The beginning of strife is as when water first trickles [from a crack in a dam]; therefore stop contention before it becomes worse and quarreling breaks out. |
| (15) Membenarkan orang fasik dan mempersalahkan orang benar, kedua-duanya adalah kekejian bagi TUHAN. | (15) TUHAN membenci orang yang membenarkan orang durhaka, dan yang menyalahkan orang yang tak bersalah. | (15) He who justifies the wicked and he who condemns the righteous are both an abomination [exceedingly disgusting and hateful] to the Lord. |
| (16) Apakah gunanya uang di tangan orang bebal untuk membeli hikmat, sedang ia tidak berakal budi? | (16) Percuma orang bodoh menghabiskan uang mencari hikmat, sebab ia tidak mempunyai pikiran yang sehat. | (16) Of what use is money in the hand of a [self-confident] fool to buy skillful and godly Wisdom--when he has no understanding or heart for it? |
| (17) Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. | (17) Seorang sahabat selalu setia kepada kawan, tapi seorang saudara ikut menanggung kesusahan. | (17) A friend loves at all times, and is born, as is a brother, for adversity. |
| (18) Orang yang tidak berakal budi ialah dia yang membuat persetujuan, yang menjadi penanggung bagi sesamanya. | (18) Orang yang berjanji untuk menjadi penanggung hutang sesamanya adalah orang yang bodoh. | (18) A man void of good sense gives a pledge and becomes security for another in the presence of his neighbor. |
| (19) Siapa suka bertengkar, suka juga kepada pelanggaran, siapa memewahkan pintunya mencari kehancuran. | (19) Orang yang suka pada dosa, suka bertengkar. Orang yang bermulut besar, mencari kehancuran. | (19) He who loves strife and is quarrelsome loves transgression and involves himself in guilt; he who raises high his gateway and is boastful and arrogant invites destruction. |
| (20) Orang yang serong hatinya tidak akan mendapat bahagia, orang yang memutar-mutar lidahnya akan jatuh ke dalam celaka. | (20) Seorang penipu tidak akan bahagia, orang dengan lidah bercabang akan mendapat celaka. | (20) He who has a wayward and crooked mind finds no good, and he who has a willful and contrary tongue will fall into calamity. |
| (21) Siapa mendapat anak yang bebal, mendapat duka, dan ayah orang bodoh tidak akan bersukacita. | (21) Mendapat anak yang dungu berarti mendapat kesedihan; menjadi ayah anak yang bodoh tidak memberi kegembiraan. | (21) He who becomes the parent of a [self-confident] fool does it to his sorrow, and the father of [an empty-headed] fool has no joy [in him]. |
| (22) Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. | (22) Hati yang gembira menyehatkan badan; hati yang murung mematahkan semangat. | (22) A happy heart is good medicine and a cheerful mind works healing, but a broken spirit dries up the bones. |
| (23) Orang fasik menerima hadiah suapan dari pundi-pundi untuk membelokkan jalan hukum. | (23) Hakim yang curang, menerima uang sogok secara rahasia dan tidak menjalankan keadilan. | (23) A wicked man receives a bribe out of the bosom (pocket) to pervert the ways of justice. |
| (24) Pandangan orang berpengertian tertuju pada hikmat, tetapi mata orang bebal melayang sampai ke ujung bumi. | (24) Tujuan orang yang berpengertian ialah untuk mendapat hikmat, tetapi tujuan orang bodoh tidak menentu. | (24) A man of understanding sets skillful and godly Wisdom before his face, but the eyes of a [self-confident] fool are on the ends of the earth. |
| (25) Anak yang bebal menyakiti hati ayahnya, dan memedihkan hati ibunya. | (25) Anak yang bodoh menyusahkan ayahnya, dan menyedihkan hati ibunya. | (25) A self-confident and foolish son is a grief to his father and bitterness to her who bore him. |
| (26) Mengenakan denda orang benar adalah salah, memukul orang muliapun tidak patut. | (26) Tidak patut mengenakan denda pada orang yang tak bersalah; tidak patut menindas orang yang berbudi luhur. | (26) Also, to punish or fine the righteous is not good, nor to smite the noble for their uprightness. |
| (27) Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin. | (27) Orang yang tajam pikirannya, tidak banyak bicara. Orang yang bijaksana, selalu tenang. | (27) He who has knowledge spares his words, and a man of understanding has a cool spirit. |
| (28) Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya. | (28) Seorang bodoh pun akan disangka cerdas dan bijaksana kalau ia berdiam diri dan menutup mulutnya. | (28) Even a fool when he holds his peace is considered wise; when he closes his lips he is esteemed a man of understanding. |
Amsal (Proverbs) Daftar Pasal (silahkan klik nomor pasal yang ingin di baca atau klik disini untuk melihat daftar ayat setiap pasal):
|
|
|