| Terjemahan Baru |
Bahasa Indonesia Sehari Hari |
English [Amplified] |
| (sambungan dari) 4:14 - 5:10 = Yesus sebagai Imam Besar |
| (1) Sebab setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa. | (1) Setiap imam agung dipilih dari antara umat, dan diangkat untuk melayani Allah sebagai wakil mereka. Tugasnya ialah mempersembahkan kepada Allah pemberian-pemberian dan kurban-kurban untuk pengampunan dosa. | (1) FOR EVERY high priest chosen from among men is appointed to act on behalf of men in things relating to God, to offer both gifts and sacrifices for sins. |
| (2) Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan, | (2) Imam agung itu sendiri lemah dalam banyak hal, dan karena itu ia dapat berlaku lemah lembut terhadap orang-orang yang tidak tahu apa-apa dan yang sesat jalannya. | (2) He is able to exercise gentleness and forbearance toward the ignorant and erring, since he himself also is liable to moral weakness and physical infirmity. |
| (3) yang mengharuskannya untuk mempersembahkan korban karena dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri. | (3) Dan karena ia sendiri lemah, maka ia harus mempersembahkan kurban, bukan saja karena dosa-dosa umat, tetapi juga karena dosa-dosanya sendiri. | (3) And because of this he is obliged to offer sacrifice for his own sins, as well as for those of the people. |
| (4) Dan tidak seorangpun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri, tetapi dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti yang telah terjadi dengan Harun. | (4) Tidak ada seorang pun yang mengangkat dirinya sendiri menjadi imam agung. Orang menjadi imam agung, kalau Allah memanggil dia untuk itu--sama seperti Harun. | (4) Besides, one does not appropriate for himself the honor [of being high priest], but he is called by God and receives it of Him, just as Aaron did. |
| (5) Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini", | (5) Begitu juga Kristus. Ia tidak mengangkat diri sendiri menjadi Imam Agung. Allah sendirilah yang mengangkat Dia. Allah berkata kepada-Nya, "Engkaulah Anak-Ku; pada hari ini Aku menjadi Bapa-Mu." | (5) So too Christ (the Messiah) did not exalt Himself to be made a high priest, but was appointed and exalted by Him Who said to Him, You are My Son; today I have begotten You; |
| (6) sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek." | (6) Di tempat lain Allah berkata juga, "Engkau adalah Imam selama-lamanya, seperti Imam Melkisedek." | (6) As He says also in another place, You are a Priest [appointed] forever after the order (with the rank) of Melchizedek. |
| (7) Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. | (7) Pada masa Yesus hidup di dunia ini, Ia berdoa dan memohon dengan teriakan dan tangis kepada Allah, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari kematian. Dan karena Ia tunduk kepada Allah dengan penuh hormat, maka Ia didengarkan. | (7) In the days of His flesh [Jesus] offered up definite, special petitions [for that which He not only wanted but needed] and supplications with strong crying and tears to Him Who was [always] able to save Him [out] from death, and He was heard because of His reverence toward God [His godly fear, His piety, in that He shrank from the horrors of separation from the bright presence of the Father]. |
| (8) Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, | (8) Yesus adalah Anak Allah, tetapi meskipun begitu, Ia belajar menjadi taat melalui penderitaan-Nya. | (8) Although He was a Son, He learned [active, special] obedience through what He suffered |
| (9) dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, | (9) Maka sesudah Ia dijadikan penyelamat yang sempurna, Ia menjadi sumber keselamatan yang kekal bagi semua orang yang taat kepada-Nya, | (9) And, [His completed experience] making Him perfectly [equipped], He became the Author and Source of eternal salvation to all those who give heed and obey Him, |
| (10) dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek. | (10) dan Allah pun menyatakan Dia sebagai Imam Agung, seperti Imam Melkisedek! | (10) Being designated and recognized and saluted by God as High Priest after the order (with the rank) of Melchizedek. |
| 5:11 - 6:8 = Peringatan supaya jangan murtad |
| (11) Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. | (11) Mengenai kedudukan Yesus sebagai Imam Agung, ada banyak yang perlu kami beritahukan kepadamu, tetapi sukar untuk menerangkannya sebab kalian lambat sekali mengerti. | (11) Concerning this we have much to say which is hard to explain, since you have become dull in your [spiritual] hearing and sluggish [even slothful in achieving spiritual insight]. |
| (12) Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. | (12) Sebenarnya sudah waktunya bagimu untuk menjadi guru, tetapi nyatanya kalian masih perlu belajar dari orang lain tentang asas-asas pertama ajaran Allah. Kalian belum dapat menerima makanan yang keras; kalian masih harus minum susu saja. | (12) For even though by this time you ought to be teaching others, you actually need someone to teach you over again the very first principles of God's Word. You have come to need milk, not solid food. |
| (13) Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. | (13) Orang yang masih minum susu, berarti ia masih bayi; ia belum punya pengalaman tentang apa yang benar dan apa yang salah. | (13) For everyone who continues to feed on milk is obviously inexperienced and unskilled in the doctrine of righteousness (of conformity to the divine will in purpose, thought, and action), for he is a mere infant [not able to talk yet]! |
| (14) Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat. | (14) Makanan yang keras adalah untuk orang dewasa yang karena pengalaman, sudah dapat membeda-bedakan mana yang baik dan mana yang jahat. | (14) But solid food is for full-grown men, for those whose senses and mental faculties are trained by practice to discriminate and distinguish between what is morally good and noble and what is evil and contrary either to divine or human law. |
Ibrani (Hebrews) Daftar Pasal (silahkan klik nomor pasal yang ingin di baca atau klik disini untuk melihat daftar ayat setiap pasal):
|
|
|